Selasa, Januari 27, 2009

Waspada Makanan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan jajanan anak-anak yang sangat berabhaya bagi mereka. Untuk itu, kita harus selektif dalam memberikan makanan atau jajanan untuk adik-adik atau anak-anak kita agar mereka jauh dari penyakit dan kebodohan.

Dalam jajanan tersebut mungkin saja terkandung bahan-bahan berbahaya. Kita harus bisa mengenali bahan kima apa saja yang dilarang atau berbahaya.

Berikut ini bahan kimia yang dilarang untuk campuran makanan :

  1. Formalin adalah larutan Formaldehid (30 - 40%) dalam air dan merupakan anggota paling sederhana dengan rumus kimia HCHO, Formalin merupakan anti septic untuk membunuh bakteri kapang. Terutama digunakan untuk mencuci hamakan peralatan kedokteran atau mengawetkan mayat dan specimen biologi lainnya. Formalin disalahgunakan untuk mengawetkan mie basah, bakso, kerupuk, tahu, ayam potong, ikan, dan lain-lain.

  2. Borak merupakan senyawa kimia dengan warna Natrium Hidroksida serta asam borat. Borat biasanya digunakan oleh industri Farmasi sebagai ramuan obat misal : salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut, dan obat pencuci mata. Secara lokal borak dikenal sebagai Bleng (berbentuk larutan atau padatan kristal). Borak banyak disalahgunakan untuk mie basah, lontong dan bakso, krupuk, krupuk gendar.

  3. Bahan Pewarna Rhodamin B untuk merah dan Metanil Yellow untuk kuning adalah merupakan zat pewarna sintetiis yang dilarang untuk produk makan karena dalam bahan tersebut mengandung residu logam berat yang sangat membahayakan bagi kesehatan. Rhodamin B adalah bahan untuk pewarna kertas, bulu domba, dan sutera. Rhodamin B berasal dari metalinilat dan dipanel alanin sehingga mudah larut dalam alkohol. Berdasarkan kriteria kesehatan dunia (WHO) metanil yellow memiliki tingkat keracunan tingkat tiga. Rodhanin B disalahgunakan untuk pewarna sirup, limun, es mambo, bakpau, es cendol, es kelapa, permen. Metanil yellow untuk sirup, pisang goreng, manisan mangga/kedondong.

  4. Pewarna Ponceau 3R, Ponceau Sx dan Amaranth sering digunakan melebihi batas ambang pembuatan sirup limun. Bnezoat sorbet, sakarin siklimat untuk sirup, limun, saus, manisan, kue basah, es mambo, es cendol, dan es kelapa.

Apa Bahayanya?

  • Formalin dan borak dalam jangka waktu 5-10 tahun akan menimbulkan penyakit kanker hati bagi yang sering mengkonsumsi
  • Walaupun belum ada data tentag efek klinik dari pewarna sintetis pada Rhodamin B dan Metanil yellow, penelitian pada tikus yang diberi rhodamin B dan metonil yellow selama 1 minggu berturut-turut menunjukan adanya peningkatan berat hati, ginjal, dan limpa. Pemberian Rhodamin B dan metanil yellow sekaligus dapat menimbulkan kanker.

Secara lokal Borak dikenal sebagai Bleng

dikutip dari Direktorat Perlindungan Konsumen Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri - Depperindag

Rabu, Desember 31, 2008

Rekor Perolehan Kartu Merah Tercepat

Saya yakin, semua orang kenal dengan kartu merah dalam setiap pertandingan sepak bola. Siapapun tidak akan mau diganjar kartu merah .


Tahukah anda rekor kartu merah tercepat? Memang sangat lucu, rekor bukan hanya ditujukan untuk hal positif, namun hal negatif seperti kartumerah juga ada rekor tercepatnya. Pertama kali saya tahu berita ini, saya sempat heran "lucu juga nih berita". Namun beginilah adanya.


Rekor kartu merah tercepat saat ini dipegang oleh pemain bernama David Pratt. Dia bermain di sepak bola amatir di Inggris. Striker dari club Chippenham itu memperoleh kartu merah ketika pertandingan baru berjalan 3 detik. pemain ini dianggap melakukan pelanggaran keras yang bisa mengakibatkan Chris Knowles (club Bashley) patah kaki.


Peristiwa itu langsung menjadi berita heboh di beberapa media Inggris, Senin (29/12). Sebelumnya rekor kartu merah tercepat dipegang oleh pemain Bologna. pemain tersebut bernama Giussepe Lorenzo. Giussepe Lorenzo memperoleh kartu merah tercepat ketika pertandingan di Liga Serie A pada tahun 1990. rekornya saat itu adalah 10 detik ketika pertandingan baru berjalan. Lorenzo diganjar kartu merah karena memukul pemain Parma.





dikutip dari Kompas.com